MINYAK DI CASPIA YANG MEMBUAT AMERIKA NGOTOT ( bag-4-HABIS )
KEKAYAAN SUMBER ENERGI IRAN

Pasca
Perang Dunia Kedua, pada tahun 1951, pemimpin nasionalis Mohammad
Mossadegh sadar akan kekayaan minyak yang dikuasai oleh asing. Ia
kemudian melakukan nasionalisasi industri minyak, dimana jantung
industri minyak terletak di Khuzestan.

Selain memiliki posisi wilayah yang
strategis (geostrategi) di Timur Tengah, Iran adalah negara yang kaya
akan sumber energi. Iran adalah salah satu negara anggota OPEC yang
mempunyai potensi minyak dan gas luar biasa. Menurut Oil and Gas Journal,
1 Januari 2006, Iran memiliki cadangan minyak terbukti sebesar 132,5
miliar barrel. Pada tahun 2005, produksi minyak Iran saja tercatat 3,94
juta bpd; terhitung 5 persen dari produksi minyak mentah dunia.
Produksi Minyak Negara-negara OPEC
Iran mengekspor minyak 2,5 juta bpd.
Minyak Iran paling besar diekspor ke Jepang dan China. Pada tahun 2005,
Jepang mengimpor minyak Iran sebesar 570 ribu bpd. Sedangkan China, 284 ribu bpd.
Tujuan Ekspor Minyak Iran
Sumber: EIA
Tak heran, kekayaan Iran paling besar
salah satunya berasal dari ekspor minyak. Selisih produksi dan konsumsi
minyak Iran yang menjadi nilai ekspor.
Produksi dan Konsumsi Total Iran

Itu baru hanya dari kajian produksi minyak. Bagaimana dengan gas alam? Menurut Oil and Gas Journal, (01/2006),
Iran memiliki cadangan terbukti gas alam sebesar 970 triliun Tcf.
Potensi ini membuat Iran menduduki posisi kedua setelah Rusia. Namun
sekitar 62 persen kandungan gas alam Iran belum dikembangkan.
Cadangan Terbukti dan Produksi Gas Alam Dunia
Konsumen
ekspor potensial atas gas alam Iran diantaranya Turki, Ukraina, Eropa,
India, Pakistan, Armenia, Azerbaijan, Georgia, Taiwan, Korea Selatan,
dan China. Ekspor gas alam Iran melalui dua jalur: distribusi kapal
tanker dan pipa gas regional.
WILAYAH STRATEGIS SUMBER ENERGI IRAN
Lalu dimana lokasi sumber-sumber energi
Iran tersebut? Wilayah strategis sumber energi Iran terbagi dua: wilayah
yang kaya produksi minyak dan wilayah yang kaya produksi gas.Khusus minyak, wilayah strategis sumber energi Iran terletak di Iran bagian barat. Di kalangan intelijen energi, wilayah ini bernama Khuzestan. Wilayah yang mayoritas kaya akan kilang minyak (walau ada gas juga).
Khuzestan, Iran bagian Barat
Sumber: www.dailykos.com
Wilayah Khuzestan, Iran bagian barat,
memiliki sejarah panjang yang melibatkan kepentingan AS dan Inggris. AS
dan Inggris tergiur atas kekayaan produksi minyak dari Khuzestan, yang
diperkirakan mengandung minyak 100 miliar barrel.
Pada tahun 1897, Inggris memprovokasi orang-orang Khuzestan agar memisahkan diri dari Persia (Iran). Saat itu, secara de facto,
wilayah ini menjadi protektorat Inggris dan berganti nama Arabistan.
Pada tahun 1907, pengaruh Inggris benar-benar merasuki wilayah barat di
Persia ini. Pada tahun-tahun berikutnya, petualang Inggris menemukan
minyak di wilayah ini.
Minyak tersebut ditemukan di daerah
Masjed Soleyman, masih di wilayah Khuzestan. Penemuan tersebut akhirnya
menciptakan perusahaan minyak Anglo-Persian, yang kemudian bernama
British Petroleum (BP). Pada tahun 1925, penguasa Persia saat itu Shah
Reza mengerahkan pasukan untuk merebut kembali wilayah Arabistan.
Arabistan pun kembali bernama Khuzestan. Tapi, pada saat Perang Dunia
Kedua, Khuzestan kembali diduduki oleh pasukan Inggris.
Pada tahun 1953, intelijen AS, CIA
menumbangkan Mohammad Mossadegh. Operasi CIA tersebut dipimpin oleh
Kermit Roosevelt, keponakan F.D. Roosevelt; nama operasi: Operasi Ajax.
CIA pun memasang Shah Reza Pahlevi sebagai pemimpin Iran. Sejak itu,
Khuzestan dibuka untuk perusahaan minyak AS, Standard Oil, milik
Rockefeller.
Pada tahun 1954, mulai ada negoisasi
pengelolaan minyak antara asing dan Iran. Pada tahun itu, National
Iranian Oil Company mengadakan kerjasama dengan perusahaan asing dalam
sebuah konsorsium. Minyak dan gas Iran pun akhirnya banyak mengalir ke
AS; ke pelabuhan-pelabuhan San Fransisco, Houston, ataupun Los Angeles.
Ketidakpuasan ternyata tersimpan di hati
rakyat Iran. Pada tahun 1978, para pekerja minyak di Khuzestan melawan
Shah. Mereka mendukung revolusi Iran. Revolusi ini diam-diam didukung
oleh Inggris. Inggris tak rela aset minyaknya jatuh ke pihak lain.
Ayatollah Khoimeini pun “dipasang” sebagai pemimpin Iran.
Wilayah Khuzestan berdekatan dengan Irak.
Saat melihat revolusi Iran adalah ancaman untuk perusahaan minyak
Barat, Saddam Husein pun melakukan invansi ke Khuzestan pada tahun 1980.
Aksi Saddam Husein itu didukung diam-diam oleh AS. Tapi, pada tahun
1982, pasukan Iran berhasil mengusir pasukan Irak keluar dari Khuzestan.
Perang Iran-Iran saat itu tidak ada kaitannya perang antara kaum Sunni
(Irak) dan Syiah (Iran). Kaum syiah Irak mendukung aksi Saddam Husein,
seperti halnya kaum sunni Iran membela negaranya Iran. Alasan perang
saat itu hanya satu: karena minyak dan diprovokasi AS-Inggris.
Pasca Perang Irak-Iran, yang menarik,
pada Oktober 2004, Iran melakukan perjanjian jangka panjang senilai 100
miliar USD dengan perusahaan energi asal China, Sinopec dan Oil and
Natural Corporation / ONGC (India) untuk mengembangkan lapangan gas di
Yadavaran, wilayah Khuzestan. China? Bisa jadi ini yang membuat AS
geram.
Itu sejarah panjang energi wilayah Khuzestan, Iran bagian Barat, yang kaya akan minyak. Lalu bagaimana dengan wilayah strategis Iran untuk gas alam? Menurut EIA,
kandungan gas Iran mayoritas terdapat di tiga tempat, yakni Pars
Selatan (280-500 Tcf kandungan cadangan gasnya dan 17 miliar barrel
kandungan minyak), Pars Utara (50 Tcf), dan Kangan-Nar (23.7 Tcf). Tapi,
yang menjadi sorotan dunia adalah Pars Selatan (South Pars).
Lokasi Pars Selatan
Kilang Gas Pars Selatan dan Jalur Pipa ke Qatar
Pengembangan kilang gas Pars Selatan
merupakan proyek energi terbesar Iran. Proyek ini telah menarik
investasi senilai 15 miliar USD. Jika pengembangan proyek Pars Selatan
berhasil, Iran akan memperoleh hasil penjualan gas alam senilai 11
miliar USD dalam jangka waktu 30 tahun.
Foto-foto Kilang Gas Pars Selatan dan Presiden Iran Mohammad Khatami
![]() |
Perusahaan energi yang terlibat dalam
pengembangan proyek Pars Selatan ini diantaranya Gazprom (Rusia),
Petronas (Malaysia), ENI, LG (Korea Selatan), dan Statoil (Norwegia).
Hingga tulisan ini disusun, tidak ditemui perusahaan energi asal AS yang
terlibat.
PETRODOLLAR VS PETROEURO
Dari paparan sebelumnya, terlihat
bahwa bangsa Iran adalah bangsa yang belajar atas kekayaan alam (minyak
dan gas) yang dimilikinya. Tak seperti bangsa Indonesia yang sungguh
memalukan (Anda malu atau tidak ?). Kesadaran Iran atas potensi energi
dan letak wilayah yang dimilikinya, membuat Iran mempunyai bargaining position yang kuat untuk mempengaruhi dunia; apalagi mengganggu dominasi AS.
Kartun: Kenapa AS Akan Serang Iran

Gangguan Iran sangat terasa terhadap
dominasi AS, ketika Iran melakukan transaksi keuangan energi berdasarkan
mata uang Eropa, Euro. Tercatat pada musim semi tahun 2003, Iran
melakukannya dengan konsumen energi Iran yang berasal dari Eropa dan
Asia (untuk Asia, diantaranya, coba tebak: China?).
Apa akibatnya? Nilai mata uang Dollar
Amerika sempat jatuh. George Soros, seorang pialang keturunan Yahudi,
sempat berang dan menyalahkan negara-negara yang melakukan transaksi
minyak tidak lagi berdasarkan mata uang Dollar Amerika. George Soros
walaupun ia berseberangan politik dengan Bush (Soros sempat terlibat
pemberian dana kampanye politik melawan Bush saat Pemilu), ia tetap
peduli dengan dominasi keuangan / finansial Amerika di dunia.
“Serangan” Iran terhadap AS mirip yang
dilakukan Saddam Husein (Irak) pada tahun 2000. Saat itu, Irak terkena
sanksi PBB, dan dikenai program Oil-for-Food dari PBB. Program
PBB tersebut semacam barter minyak dengan pangan untuk Irak, dan dinilai
berdasarkan mata uang Dollar Amerika. Saat itu, Saddam Husein memaksa
untuk mengunakan mata uang Euro untuk nilai transaksinya. Tindakan
Saddam Husein tentu saja meningkatkan nilai mata uang Euro di hadapan
Dollar Amerika, tapi itu sebuah tindakan politik.
Flashback: Kenapa AS Serang Irak?
Hal tersebut kembali dilakukan oleh Iran.
Iran membentuk semacam perdagangan minyak tersendiri (Iranian oil
Bourse) dengan menggunakan nilai mata uang Euro; kata Bourse merujuk ke
perdagangan saham dan didapatkan dari bursa saham Perancis, Federation
Internationle des Bourse de Valeurs.
Iranian oil Bourse menjadi salah satu alternatif perdagangan minyak dunia, dan sekaligus menjadi tanda awal
ancaman terhadap dominasi keuangan AS di dunia. Iranian oil Bourse
dikhawatirkan mengganggu dominasi International Petroleum Exchange (IPE)
di Inggris dan NYMEX di Amerika Serikat. Keduanya (IPE dan NYMEX),
walaupun berbeda letak negara, dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar
asal AS. Pada tahun 2001, IPE saja dibeli oleh sebuah konsorsium yang
beranggotakan diantaranya: British Petroleum, Goldman Sachs, dan Morgan
Stanley. Perusahaan yang tak jauh dari kelompok bisnis Zionis Yahudi.
Menurut analis energi William Clark,
tragedi buruk sempat dialami oleh Federal Reserve (AS) pada tahun 2005
atau 2006. Saat itu, nilai 1 barrel minyak senilai 50 Dollar Amerika.
Sedangkan dalam Euro, berkisar 37-40 Euro untuk 1 barrel minyak. Nilai
Euro naik 20-25 persen di hadapan Dollar Amerika.
Tak heran, di AS sempat berkembang isu Pentagon sempat berencana mengerahkan pasukan dan menyerang Iran pada tahun 2005.
AMBISI DAN KEBRENGSEKAN AS
Amerika Serikat adalah negara yang seperti dua mata uang. Kata teman saya dengan bahasa Inggris sok fasih, “You can find good and evil in the USA.” Negara ini termasuk negara yang beradab, pintar, dan sekaligus (maaf) bangsat.
Melihat kondisi geostrategi dan
geopolitik energi yang dimiliki Iran (seperti yang dipaparkan di halaman
sebelumnya), sangat wajar jika Iran menjadi incaran AS. Intinya, AS
mengincar Iran karena:
- Tidak rela dominasi AS di Timur Tengah terganggu disebabkan Iran yang kaya akan sumber alam yang sedang melakukan ekspansi geopolitik-ekonomi di kawasan Eurasia bersama Rusia dan China (bisnis listrik). Pakistan dan India udah jadi sohib AS; AS gak mau kehilangan. Padahal India dan Pakistan dipakai AS sebagai mitra strategis mengimbangi gerakan geopolitik China.
- Jengkel karena nilai mata uangnya terganggu, karena Iran telah meluncurkan pusat perdagangan minyak alternatif dengan menggunakan mata uang Euro menyaingi IPE dan NYMEX. AS menilai sebagai tanda awal.ancaman dominasi mata uang Dollar Amerika di dunia.
- ya… karena Iran kaya minyak dan gas. Kebijakan energi AS adalah mengamankan pasokan migas dalam negerinya (energy security). Sementara itu, AS sangat tergantung pada impor minyak dari Timur Tengah; dikarenakan cadangan dan produksi minyak mentah dunia mayoritas berasal dari Timur Tengah!
- ya…pokoknya karena demi sumber energi!(sama dong ama nomor 3). AS butuh menguasai sumber energi demi menjaga dominasinya di dunia. Agar industrinya tetap jalan karena listriknya masih berbahan baku BBM. Agar pesawat dan kapal tempurnya tetap bisa sliwar-sliwer menginvansi negara lain. Agar mobil-mobil masayarakat AS tetap jalan (coba jika pakai keledai?!).
- AS tidak mau disalahkan!
- Pokoknya ya itu tadi semua!!!!!
BACK TO : ANALISA 1
Post a Comment