KH. Ma’ruf Amiin: NU Tak Usah Kemana-mana, Tetap Saja di NU


Rais  ‘Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin meminta kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak kemana-kemana dan tetap di tubuh NU. Hal itu disampaikannya pada acara Seminar nasional dan bahtsul masail kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU Jawa Timur di Masjid Agung Sunan Ampel, Kamis (11/5/2017). 

Pernyataan itu disampaikan Kiai Ma’ruf menjawab pertanyaan salah seorang peserta yang mempertanyakan adanya sebagian Pengurus dan warga NU yang terpengaruh Islam radikal.
Menjawab pertanyaan tersebut Ia meminta agar warga NU tetap di NU, tidak perlu kemana-mana.
“Orang NU dak usah kemana-mana, tetap saja di NU. NU itu besar, Islam radikal paling-paling hanya 30 ribu, dan pemerintah tidak takut kepada mereka, walaupun mereka berteriak-teriak”, Jawab Kiai Ma’ruf dengan santai.

Menurut tokoh yang juga menjabat Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, kebanyakan ormas yang terindikasi radikal selalu teriak-teriak dan pemerintah tidak gentar terhadap mereka. “Tetapi pemerintah takut NU. Dak usah berteriak, NU Dehem Saja, pemerintah kalang kabut. Kalau NU ikut-ikutan berteriak dan terbakar, negara bisa kacau”, tegas Kiai Ma’ruf.
Karenanya Kiai Ma’ruf berharap agar warga NU tetap tenang dan santun dalam menyelesaikan masalah. “Maka dari itu, NU tetap harus tenang, santun dalam menyelesaikan umat”, tambah Kiai Ma’ruf.

Seminar nasional dan bahtsul masail kebangsaan itu  mengambil tema “Manhaj Beragama ala Walisongo; Perekat Persaudaraan Islam dan Persatuan Nasional”. Selain mendapat sambutan antusias dari penziarah Makam Sunan Ampel.
Seminar nasional yang  ini dihadiri langsung Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan matan wakil ketua umum PBNU H As’ad Said Ali.
 “Acara seperti inilah yg diharapkan oleh pemerintah. Merumuskan masalah, mencari jalan keluar, lalu direkomendasikam kepada pemerintah,” tutup Kiai Ma’ruf.
Diberdayakan oleh Blogger.