fitnah fitnah akhir zaman
khutbah jum'at;
Oleh KH. Abdul Muhith Abdul Fattah
Sumber NU.Online
Akan datang suatu masa di mana bangsa mengeroyok kalian seperti orang rakus merebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada Rasulullah saw) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab Rasulullah saw, tidak bahkan kamu saat itu mayoritas tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu 'al-wahn' ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.
Ų§ŁŲŁ ŲÆ ŁŁŁ ŁŲØŲŖŁŁ Ų¹ŲØŲ§ŲÆŁ ŲØŁ Ų§ ŁŲŲØŁŁ ŁŁŲ“ŁŲ±ŁŲ§, ŁŲØŁ Ų§ ŁŁŲ±ŁŁŁ ŁŁŲµŲØŲ±ŁŲ§, ŁŲØŁ Ų§ŁŁŲŖŁŁŁ ŁŁŲŲ°Ų±ŁŲ§, ŁŲ§Ł: ŁŲ³َŁَŲ¬ْŲ²ِŁ Ų§ŁŁَّŁُ Ų§ŁŲ“َّŲ§ŁِŲ±ِŁŁَ, ŁŁŲ§Ł Ų„ِŁَّŁ َŲ§ ŁُŁَŁَّŁ Ų§ŁŲµَّŲ§ŲØِŲ±ُŁŁَ Ų£َŲ¬ْŲ±َŁُŁ ْ ŲØِŲŗَŁْŲ±ِ ŲِŲ³َŲ§ŲØٍ, ŁŁŲ§Ł Ų„ِŁَّŁ َŲ§ Ų£َŁ ْŁَŲ§ŁُŁُŁ ْ ŁَŲ£َŁْŁَŲ§ŲÆُŁُŁ ْ ŁِŲŖْŁَŲ©ٌ ŁَŲ§ŁŁŁُ Ų¹ِŁْŲÆَŁُ Ų£َŲ¬ْŲ±ٌ Ų¹َŲøِŁŁ ٌ
ŁŲ£Ų“ŁŲÆ Ų£Ł ŁŲ§Ų£ŁŁ Ų„ŁŲ§ Ų§ŁŁŁ, ŁŁŲ§ŁŲ§ ŲØŲŖŲ¹Ų§ŁŁŁ ŲÆŁŁŁ Ų§ŁŁŲŖŁ Ł Ų§ŲøŁŲ±Ł ŁŁŲ§ ŁŁ Ų§ ŲØŲ·Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁŁ , ŁŲ£Ų“ŁŲÆ Ų£Ł Ų³ŁŲÆŁŲ§ Ł ŲŁ ŲÆŲ§ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų³Ų£Ł Ų±ŲØŁ Ų£Ł ŁŲ¬ŁŲ±Ł Ł Ł Ųز٠اŁŲÆŁŁŲ§ ŁŁŲŖŁŲŖŁŲ§ ŁŁ Ł Ų¹Ų°Ų§ŲØ Ų§ŁŲ£Ų®Ų±Ų©, ŁŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁŁ Ų£Ų§ŁŲ·Ł ŁŁ ŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲ± ŁŁ Ų¹Ų³ŁŲ± ŁŲ§Ł ŲŖŁŲ³ŁŲ± ŁŁ Ų¹Ų³ŁŲ± Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŲ± ŁŲ£Ų³Ų£ŁŁ Ų§ŁŁŲ³Ų± ŁŲ§ŁŁ Ų¹Ų§ŁŲ§Ų© ŁŁ Ų§ŁŲÆŁŁŲ§ ŁŲ§ŁŲ£Ų®Ų±Ų©.
Ų§ŁŁŁŁ ص٠ŁŲ³ŁŁ Ų¹ŁŁ Ų³ŁŲÆŁŲ§ Ł ŲŁ ŲÆ ŁŲ¹ŁŁ Ų§ŁŁ ŁŲµŲŲØŁ Ų§ŁŲ°ŁŁ ŲŖŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲØŁŲ§Ų” ŲØŲ§ŁŲµŲØŲ± ŁŲ§ŁŲ±Ų¶Ų§, ŁŁŲµŲØ Ų£Ų¹ŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ : Ł Ų§ŁŲ²Ų§Ł Ų§ŁŲØŁŲ§Ų” ŲØŲ§ŁŁ ؤ٠٠ŁŲ§ŁŁ ؤ٠ŁŲ© ŁŁ ŁŁŲ³Ł ŁŁŁŲÆŁ ŁŁ Ų§ŁŁ ŲŲŖŁ ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų§ Ų¹ŁŁŁ Ų®Ų·ŁŲ¦Ų©. أ٠ابعد, ŁŁŲ§ Ų¹ŲØŲ§ŲÆŲ§ŁŁŁ Ų£ŁŲµŁŁŁ ŁŁŁŲ³Ł ŲØŲŖŁŁŁ Ų§ŁŁŁ, ŁŁŲÆ ŁŲ§Ų² Ų§ŁŁ ŲŖŁŁŁ.
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah swt dengan melaksanakan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya karena dengan taqwa, fa insyaallah kita mendapatkan kebahgiaan di dunia dan di akhirat (allahumma amin).
Kaum muslimin Rahimakumullah
Salah satu mu'jizat Rasulullah saw Nabiyyur Rahmah (seorang nabi yang paling sayang kepada umatnya) adalah sabda beliau yang menjelaskan kondisi umat di masa yang akan datang, sabda tadi diriwayatkan oleh sahabat Hudzaifah Ibn Yaman ra. Di mana beliau berkata:
ŁŲ§Ł Ų§ŁŁŲ§Ų³ ŁŲ³Ų£ŁŁŁ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ ع٠اŁŲ®ŁŲ± ŁŁŁŲŖ Ų£Ų³Ų£ŁŁ ع٠اŁŲ“Ų± Ł Ų®Ų§ŁŲ© أ٠ŁŲÆŲ±ŁŁŁ ŁŁŁŲŖ ŁŲ§ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų„ŁŲ§ ŁŁŲ§ ŁŁ Ų¬Ų§ŁŁŁŲ© ŁŲ“Ų± ŁŲ¬Ų§Ų”ŁŲ§ Ų§ŁŁŁ ŲØŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲ®ŁŲ± ŁŁŁ ŲØŲ¹ŲÆ ŁŲ°Ų§ Ų§ŁŲ®ŁŲ± Ų“Ų± ŁŲ§Ł ŁŲ¹Ł ŁŁŁŲŖ ŁŁ ŲØŲ¹ŲÆ Ų°ŁŁ Ų§ŁŲ“Ų± Ł Ł Ų®ŁŲ± ŁŲ§Ł ŁŲ¹Ł ŁŁŁŁ ŲÆŲ®Ł ŁŁŲŖ ŁŁ Ų§ ŲÆŲ®ŁŁ ŁŲ§Ł ŁŁŁ ŁŲ³ŲŖŁŁŁ ŲØŲŗŁŲ± Ų³ŁŲŖŁ ŁŁŁŲÆŁŁ ŲØŲŗŁŲ± ŁŲÆŁŁ ŲŖŲ¹Ų±Ł Ł ŁŁŁ ŁŲŖŁŁŲ± ŁŁŁŲŖ ŁŁ ŲØŲ¹ŲÆ Ų°ŁŁ Ų§ŁŲ®ŁŲ± Ł Ł Ų“Ų± ŁŲ§Ł ŁŲ¹Ł ŲÆŲ¹Ų§Ų© Ų¹ŁŁ Ų£ŲØŁŲ§ŲØ Ų¬ŁŁŁ Ł Ł Ų£Ų¬Ų§ŲØŁŁ Ų„ŁŁŁŲ§ ŁŲ°ŁŁŁ ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŲŖ ŁŲ§ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŲµŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŲ§Ł ŁŲ¹Ł ŁŁŁ Ł Ł Ų¬ŁŲÆŲŖŁŲ§ ŁŁŲŖŁŁŁ ŁŁ ŲØŲ£ŁŲ³ŁŲŖŁŲ§ ŁŁŲŖ ŁŲ§ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁ Ų§ ŲŖŲ±Ł Ų„Ł Ų£ŲÆŲ±ŁŁŁ Ų°ŁŁ ŁŲ§Ł ŲŖŁŲ²Ł ج٠اعة Ų§ŁŁ Ų³ŁŁ ŁŁ ŁŲ„Ł Ų§Ł ŁŁ ŁŁŁŲŖ ŁŲ„Ł ŁŁ ŲŖŁŁ ŁŁŁ Ų¬Ł Ų§Ų¹Ų© ŁŁŲ§ Ų„Ł Ų§Ł ŁŲ§Ł ŁŲ§Ų¹ŲŖŲ²Ł ŲŖŁŁ Ų§ŁŁŲ±Ł ŁŁŁŲ§ ŁŁŁ Ų£Ł ŲŖŲ¹Ų¶ Ų¹ŁŁ أص٠ؓجرة ŲŲŖŁ ŁŲÆŲ±ŁŁ Ų§ŁŁ ŁŲŖ ŁŲ£ŁŲŖ Ų¹ŁŁ Ų°ŁŁ
Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saw tentang 'kebaikan' (Islam) sedang aku (Hudzifah) bertanya tentang 'kejelekan' karena aku khawatir kejelekan itu menimpa pada diriku.
Aku bertanya (Hudzifah) "wahai Rasulullah kita dahulu pernah hidup di zaman jahiliyah yang penuh keburukan, kemudian ember lillah- Allah menggantikannya dengan kebaikan (Islam), apakah setelah kebaikan (Islam) ini akan muncul suatu kejelekan kembali? Kemudian Rasulullah saw menjawab : ya, ada.
Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apakah setelah kejelekan yang terjadi itu akan muncul kembali kebaikan (Islam)? Beliau (Rasulullah saw) menjawab: ya, masih ada, tetapi kebaikan itu tidak murni, ada kekaburan (campuran) nya.
Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apa kekaburannya wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: yaitu kelompok (kaum) yang mengaku muslim tetapi perbuatannya tidak murni menurut sunnahku (ada campuran/kotoran-kotoran aqidah dan faham yang tidak menurut sunahku), dan mereka memberi petunjuk tidak menurut petunjukku. Sebagian perbuatan mereka ada yang kamu anggap baik karena (cocok dengan sunahku) dan sebagiannya yang lain ada yang kamu ingkari (karena) tidak sesuai dengan sunahku (Islam). Islam dibelokkan ajarannya oleh mereka menurut kepentingannya (kelompok mereka) dan jangan sampai ada anggapan bahwa Islam agama yang memudar (melemah) maka ajaran Islam dirubah-rubah oleh mereka, disesuaikan dengan perkembangan zaman (yang tambah rusak ini)
Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apakah setelah kebaikan (yaitu Islam yang dibawa oleh kaum yang tidak murni Islamnya itu) timbul kejelekan lagi, wahai Rasulullah? Jawabannya ya, ada. Yaitu dai-dai yang berdiri di depan pintu-pintu neraka jahannam. Barang siapa yang melaksanakan dakwah dan ajakannya, maka mereka da'i-da'i tersebut melempar orang tadi ke dalam neraka jahannam, dai-dai itu mengaku sebagai muslim tetapi terang-terangan dakwahnya memusuhi Islam dan bertentangan dengan Islam.
Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: jelaskan kami (wahai Rasululllah) sifat/identitas da'i-dai itu? Rasulullah menjawab, mereka itulah orang yang kulitnya sama dengan kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita.
Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: apa yang kamu perintahkan kepada kami jika keadaan seperti itu menemui kami? Jawab Rasulullah: kamu harus (wajib) bergantung dengan kelompok orang-orang Islam dan pimpinan-pimpinannya. Kemudian Kemudian aku (Hudzaifah) bertanya: kalau sudah tidak ada kelompok orang-orang Islam dan pimpinan-pimpinannya, bagaimana wahai Rasulullah? Rasulullah saw menjawab : tinggalkan semua kelompok-kelompok yang non muslim (semuanya), berpegang teguhlah kepada Islam walaupun kamu sendirian. Begitu pentingnya pendirian ini hingga Rasulullah saw menggambarkannya (seakan-akan kamu menggigit pokok pohon sehingga kamu mati sendirian dalam keadaan demikian)
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kondisi umat seperti yang digambarkan oleh hadits Rasulullah yang diriwayatkan shabat Hudzaifah Ibnu Yaman di atas kini menjadi kenyataan. Dimana sekarang ini umat Islam diterpa oleh bermacam-macam fitnah yang menjadikan umatnya ini kembali kepada akhlaq zaman jahiliyyah. Agama masyarakat mereka diliputi berbagai kejelekan, kejahatan, kehancuran dan perselisihan. Persis seperti yang disampaikan oleh Sayyidina Umar bin Khattab dengan kata-kata beliau:
Ų„ŁŁ Ų§ ŁŁŁŲ¶ عر٠اŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł Ł Ł ŁŲ“Ų£ ŁŁ Ų§ŁŲ„Ų³ŁŲ§Ł ŁŁŁ ŁŲ¹Ų±Ł Ų§ŁŲ¬Ų§ŁŁŁŲ©
Sesungguhnya orang yang tumbuh besar di dalam agama Islam dan tidak mengenal zaman jahiliyah, inilah yang merusak ajaran Islam sendiri
Kualitas iman umat Islam saat ini tengah melorot jauh dibandingkan pendahulu-pendahulu mereka, jika kita cari sebabnya tidak lain karena cinta dunia dan benci mati, Rasulullah saw bersabda:
(ŁŁŲ“Ł Ų§Ł ŲŖŲŖŲÆŲ§Ų¹Ł Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ§Ł Ł ŁŁ Ų§ تتداع٠اŁŲ§ŁŁŲ© Ų¹ŁŁ ŁŲµŲ¹ŲŖŁŲ§، ŁŁŲ§ Ų£ Ł Ł ŁŁŲ© ŁŲŁ ŁŁŁ Ų¦Ų°, ŁŲ§Ł (ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ ): ŁŲ§, ŲØŁ Ų§ŁŲŖŁ ŁŲ«ŁŲ±، ŁŁŁŁŁŁ ŲŗŲ«Ų§Ų” ŁŲŗŲ«Ų§Ų” Ų§ŁŲ³ŁŁ، ŁŁŁŁŲ²Ų¹Ł Ų§ŁŁŁ Ų§ŁŁ ŁŲ§ŲØŲ© Ł Ł ŁŁŁŲØ Ų§Ų¹ŲÆŲ§Ų¦ŁŁ Ł ŁŁŁ ، ŁŁŁŁŲ°ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁ ŁŁŁŲØŁŁ Ų§ŁŁŁŁ، ŁŲ§ŁŁŲ§: ŁŁ Ų§ Ų§ŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų±Ų³ŁŁ Ų§ŁŁŁ؟ ŁŲ§Ł (ŲµŁŁ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ ŁŲ³ŁŁ ) : ŲŲØ Ų§ŁŲÆŁŁŲ§ ŁŁŲ±Ų§ŁŁŲ© Ų§ŁŁ ŁŲŖ)
Akan datang suatu masa di mana bangsa mengeroyok kalian seperti orang rakus merebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada rasulullah saw) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab rasulullah saw, tidak bahkan kamu saat itu mayoritas tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu 'al-wahn' ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.
Penyakit-penyakit cinta dunia ini disebabkan merasuknya rasa cinta kepada harta, tahta, wanita, di hati manusia. Manusia ingin kaya, pangkat tinggi, punya pengaruh hebat, terkenal dimana-mana.
Manakala keinginan ini dicapai tanpa mengikuti aturan Allah, maka inilah disebut materialistis, faha, kebenaran seperti yang disinyalir hadits Rasulullah saw:
ŁŲ£ŲŖŁ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŁŲ§Ų³ Ų²Ł Ų§Ł ŁŁ ŲŖŁŁ ŲØŲ·ŁŁŁŁ ŁŲ“Ų±ŁŁŁ Ł ŲŖŲ§Ų¹ŁŁ ŁŁŲØŁŲŖŁŁ ŁŲ³Ų§Ų¤ŁŁ ŁŲÆŁŁŁŁ ŲÆŲ±Ų§ŁŁ ŁŁ ŁŲÆŁŲ§ŁŁŲ±ŁŁ Ų£ŁŁŲ¦Ł Ų“Ų± Ų§ŁŲ®ŁŁ ŁŲ§ Ų®ŁŲ§Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŲÆ Ų§ŁŁŁ
Akan datang kepada manusia di mana perhatianya adalah perutnya, kebanggaan mereka adalah harta (benda) qiblatnya adalah wanita, agama mereka adalah uang dirham dan dinar, mereka itulah makhluk paling jelek dan tidak mendapat bagian di sisi Allah.
Dalam kondisi di mana kaum muslimin mendiamkan semua kemungkaran ini berlangsung di negeri nereka, maka penyakit cinta dunia merajalela. Banyak kaum muslimin yang terjerat menjadi kapitalis matrialistis, tidakkan mereka ingat firman Allah swt.
ŁَŁَŲ§ ŲŖَŲŗُŲ±َّŁَّŁُŁ ُ Ų§ŁْŲَŁَŲ§Ų©ُ Ų§ŁŲÆُّŁْŁَŲ§ ŁَŁَŲ§ ŁَŲŗُŲ±َّŁَّŁُŁ ْ ŲØِŲ§ŁŁَّŁِ Ų§ŁْŲŗَŲ±ُŁŲ±ُ
Janganlah sekali-kali hidup dunia memperdayakan kamu dan janganlah pula penipu/syaithan memperdayakan kamu dalam menta'ati Allah.
Begitu pula tidakkah mereka igat peringatan Rasulullah saw
تعس٠عبد Ų§ŁŲÆŁŁŲ§Ų± تعس٠عبد Ų§ŁŲÆŲ±ŁŁ تعس٠عبد Ų§ŁŲ®Ł ŁŲµŁ تعس٠عبداŁŲ®Ł ŁŲµŁ Ų§Ł Ų§Ų¹Ų·Ł Ų±Ų¶Ł ŁŲ§Ł ŁŁ ŁŲ¹Ų·Ł Ų³Ų®Ų·
Celakalah hamba dinar dan hamba dirham, celakalah hamba pakaian jika iya diberi senang jika tidak diberi ia marah
Ungkapan hamba dinar dan dirham menunjukkan orang yang mengabdikan diri untuk mendapatkan keuntungan materi dengan menyepelekan ajaran Allah, hamba pakaian adalah mereka yang selalu mengikuti perkembangan mode terkini dan trendi, yaitu mereka yang menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan berbagai jenis model pakaian terbaru.
Cara hidup seperti ini merupakan tipu daya (yahudi) untuk menyesatkan umat manusia dari jalan Allah. cara hidup inilah cara hidup yang berdasarkan system kapitalis matrialitis yang menjadikan harta dunia adalah tuhannya dan tujuan hidupnya, sedangkan cinta dunia adalah sumber fitnah dan malapetaka.
Kaum Muslimin Rahimakumullah
Oleh karena itu marilah kita dalam menghadapi zaman yang penuh fitnah dan zaman jahiliyyah modern yang penuh kerusakan dan yang dilanda dengan perselisihan perpecahan ini, marilah kita mengikuti pesan dan perintah Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh sahabat Hudzfah Ibnul Yaman RA.
Di atas,ŲŖŁŲ²Ł ج٠اعة Ų§ŁŁ Ų³ŁŁ ŁŁ ŁŲ„Ł Ų§Ł ŁŁ yaitu bagi mereka yang mengaku sebagai orang muslim, mari bergabung dengan kelompok saudara yang muslim, sebab Rasulullah saw bersabda
Ų¹ŁŁŁŁ ŲØŲ§ŁŲ¬Ł Ų§Ų¹Ų© ŁŲ„Ł ŁŲÆ Ų§ŁŁŁ Ų¹ŁŁ Ų§ŁŲ¬Ł Ų§Ų¹Ų© ŁŁ Ł Ų“Ų° Ų“Ų° ŁŁ Ų§ŁŁŲ§Ų±
Tetapi wajiblah kamu bersama-sama jama'ah karena kekuatan/pertolongan Allah terletak pada jama'ah dan barang siapa menyendiri (pengenyahan diri) maka dia akan sendirian di neraka:
Bagitu pula Rasulullah bersabda:
Ų„Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁ ŁŲ¬Ł Ų¹ Ų£Ł ŲŖŁ Ų¹ŁŁ Ų¶ŁŲ§ŁŲ©
Seseungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatkan (Islam) terhadap suatu kesesatan.
Dan marilah kita tetap menjadi muslim yang teguh, memegang iman dan prinsip/pendirian bagaikan batu karang tak goyah karena hembusan badai duit dan krisis. Tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan.
Ų·ŁŲØŁ ŁŁ Ł ŁŲÆŁ Ų„ŁŁ Ų§ŁŲ§Ų³ŁŲ§Ł ŁŁŁŁŲ§Ł Ų¹ŁŲ“Ł ŁŁŲ§ŁŲ§ ŁŁŁŲ¹ ŲØŁ
Berbahagialah orang yang ditunjukkan kepada Islam walaupun hidupnya pas-pasan dan ia terima apa yang menjadi qadha dan qadarnya.
Dan ingatlah ucapan seorang syair:
Ų£ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲØŲ± Ų„Ł ŲÆŁŁ Ł ŲŁ ŲÆ # ŁŁŲŖŲ§ŲØŁ Ų£ŁŁŁ ŁŲ£ŁŁŁ ŁŁŁŲ§
ŁŲ§ŲŖŲ°ŁŲ±ŁŲ§ Ų§ŁŁŲŖŲ§ŲØ ŁŲ³ŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŲÆŁ # Ų·ŁŲ¹ Ų§ŁŲµŲ§Ų ŁŲ£Ų·ŁŲ£ Ų§ŁŁŁŲÆŁŁ
Allah adalah maha besar sesungguhnya agama Muhammad dan kitabnya adalah paling kuat dan lurus ucapannya.
Janganlah kamu sebutkan kitab-kitabnya orang karena dahulu di sisinya sebagai perbandingan, itu adalah bagaikan perbandingan sinar suh dengan lampu, begitu fajar suh terbit, padamlah lampu-lampu itu.
Kaum muslimin Rahimakumullah
Demikianlah khutbah hari jum'at ini semoga kita menjadi muslim yang teguh imannya dan selamat dari fitnah dan mudah-mudahan umat Islam sadar akan pentingnya persatuan
Ų±ŲØŁŲ§ ŁŲ§ ŲŖŲ²Ųŗ ŁŁŁŲØŁŲ§ ŲØŲ¹ŲÆ Ų„Ų° ŁŲÆŁŲŖŁŲ§ ŁŁŲØ ŁŁŲ§ Ł Ł ŁŲÆŁŁ Ų±ŲŁ Ų© Ų„ŁŁ Ų£ŁŲŖ Ų§ŁŁŁŲ§ŲØ
Ya Tuhan kami, janganlah kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah kau beri petunjuk kepada kami. Dan kurniakanlah rahmat dari sisi engkau karena sesungguhnya engkaulah Maha Pemberi.
ŲØŲ§َŲ±َŁَ Ų§ŁŁŁُ ŁِŁْ ŁَŁŁŁ ْ ŁِŁ Ų§ŁŁُŲ±ْŲ¢Łِ Ų§ŁŲ¹َŲøِŁْŁ ِ, ŁَŁَŁَŲ¹َŁِŁْ ŁَŲ„ِŁّŲ§ŁُŁ ْ ŲØِŲ§ŁŲ¢ŁŲ§ŲŖِ ŁŲ§ŁŲ°ِّŁْŲ±ِ Ų§ŁŲَŁِŁْŁ ِ. ŁŲŖŁŲØŁ Ł ŁŁ ŁŁ ŁŁ ŲŖŁŲ§ŁŲŖŁ Ų„ŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲ³Ł ŁŲ¹ Ų§ŁŲ¹ŁŁŁ , Ų£ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŲ°Ų§ ŁŲ£Ų³ŲŖŲŗŁŲ± Ų§ŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŲøŁŁ ŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲ³Ų§Ų¦Ų± Ų§ŁŁ Ų¤Ł ŁŁŁ ŁŲ§ŁŁ ؤ٠ŁŲ§ŲŖ ŁŲ§Ų³ŲŖŲŗŁŲ±ŁŁ Ų„ŁŁ ŁŁ Ų§ŁŲŗŁŁŲ± Ų§ŁŲ±ŲŁŁ .
Khutbah II
Ų§َŁْŲَŁ ْŲÆُ ŁŁŁِ Ų¹َŁŁَ Ų§ِŲْŲ³َŲ§ŁِŁِ ŁَŲ§ŁŲ“ُّŁْŲ±ُ ŁَŁُ Ų¹َŁŁَ ŲŖَŁْŁِŁْŁِŁِ ŁَŲ§ِŁ ْŲŖِŁَŲ§ŁِŁِ. ŁَŲ§َŲ“ْŁَŲÆُ Ų§َŁْ ŁŲ§َ Ų§ِŁَŁَ Ų§ِŁŲ§َّ Ų§ŁŁŁُ ŁَŲ§ŁŁŁُ ŁَŲْŲÆَŁُ ŁŲ§َ Ų“َŲ±ِŁْŁَ ŁَŁُ ŁَŲ§َŲ“ْŁَŲÆُ Ų§َŁَّ Ų³َŁِّŲÆَŁَŲ§ Ł ُŲَŁ َّŲÆًŲ§ Ų¹َŲØْŲÆُŁُ ŁَŲ±َŲ³ُŁْŁُŁُ Ų§ŁŲÆَّŲ§Ų¹ِŁ Ų§ِŁŁَ Ų±ِŲ¶ْŁَŲ§ŁِŁِ. Ų§ŁŁŁُŁ َّ ŲµَŁِّ Ų¹َŁَŁ Ų³َŁِّŲÆِŁَŲ§ Ł ُŲَŁ َّŲÆٍ ŁِŲ¹َŁَŁ Ų§َŁِŁِ ŁَŲ§َŲµْŲَŲ§ŲØِŁِ ŁَŲ³َŁِّŁ ْ ŲŖَŲ³ْŁِŁْŁ ًŲ§ ŁِŲ«ŁْŲ±ًŲ§ Ų§َŁ َّŲ§ ŲØَŲ¹ْŲÆُ ŁَŁŲ§َ Ų§َŁُّŁَŲ§ Ų§ŁŁَّŲ§Ų³ُ Ų§ِŲŖَّŁُŁŲ§Ų§ŁŁŁَ ŁِŁْŁ َŲ§ Ų§َŁ َŲ±َ ŁَŲ§ŁْŲŖَŁُŁْŲ§ Ų¹َŁ َّŲ§ ŁَŁَŁ ŁَŲ§Ų¹ْŁَŁ ُŁْŲ§ Ų§َŁَّ Ų§ŁŁŁّ Ų§َŁ َŲ±َŁُŁ ْ ŲØِŲ§َŁ ْŲ±ٍ ŲØَŲÆَŲ£َ ŁِŁْŁِ ŲØِŁَŁْŲ³ِŁِ ŁَŲ«َŁŁَŁ ŲØِŁ َŁŲ¢ Ų¦ِŁَŲŖِŁِ ŲØِŁُŲÆْŲ³ِŁِ ŁَŁَŲ§Łَ ŲŖَŲ¹Ų§َŁَŁ Ų§ِŁَّ Ų§ŁŁŁَ ŁَŁ َŁŲ¢ Ų¦ِŁَŲŖَŁُ ŁُŲµَŁُّŁْŁَ Ų¹َŁŁَ Ų§ŁŁَّŲØِŁ ŁŲ¢ Ų§َŁُّŁَŲ§ Ų§ŁَّŲ°ِŁْŁَ آ٠َŁُŁْŲ§ ŲµَŁُّŁْŲ§ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁِّŁ ُŁْŲ§ ŲŖَŲ³ْŁِŁْŁ ًŲ§. Ų§ŁŁŁُŁ َّ ŲµَŁِّ Ų¹َŁَŁ Ų³َŁِّŲÆِŁَŲ§ Ł ُŲَŁ َّŲÆٍ ŲµَŁَّŁ Ų§ŁŁŁُ Ų¹َŁَŁْŁِ ŁَŲ³َŁِّŁ ْ ŁَŲ¹َŁَŁ Ų¢Łِ Ų³َŁِّŲÆِŁŲ§َ Ł ُŲَŁ َّŲÆٍ ŁَŲ¹َŁَŁ Ų§َŁْŲØِŁŲ¢Ų¦ِŁَ ŁَŲ±ُŲ³ُŁِŁَ ŁَŁ َŁŲ¢Ų¦ِŁَŲ©ِ Ų§ْŁŁ ُŁَŲ±َّŲØِŁْŁَ ŁَŲ§Ų±ْŲ¶َ Ų§ŁŁّŁُŁ َّ Ų¹َŁِ Ų§ْŁŲ®ُŁَŁَŲ§Ų”ِ Ų§ŁŲ±َّŲ§Ų“ِŲÆِŁْŁَ Ų§َŲØِŁ ŲØَŁْŲ±ٍŁَŲ¹ُŁ َŲ±ŁَŲ¹ُŲ«ْŁ َŲ§Ł ŁَŲ¹َŁِŁ ŁَŲ¹َŁْ ŲØَŁِŁَّŲ©ِ Ų§ŁŲµَّŲَŲ§ŲØَŲ©ِ ŁَŲ§ŁŲŖَّŲ§ŲØِŲ¹ِŁْŁَ ŁَŲŖَŲ§ŲØِŲ¹ِŁ Ų§ŁŲŖَّŲ§ŲØِŲ¹ِŁْŁَ ŁَŁُŁ ْ ŲØِŲ§ِŲْŲ³َŲ§Łٍ Ų§ِŁَŁŁَŁْŁ ِ Ų§ŁŲÆِّŁْŁِ ŁَŲ§Ų±ْŲ¶َ Ų¹َŁَّŲ§ Ł َŲ¹َŁُŁ ْ ŲØِŲ±َŲْŁ َŲŖِŁَ ŁَŲ§ Ų§َŲ±ْŲَŁ َ Ų§ŁŲ±َّŲ§ŲِŁ ِŁْŁَ
Ų§َŁŁŁُŁ َّ Ų§ŲŗْŁِŲ±ْ ŁِŁْŁ ُŲ¤ْŁ ِŁِŁْŁَ ŁَŲ§ْŁŁ ُŲ¤ْŁ ِŁَŲ§ŲŖِ ŁَŲ§ْŁŁ ُŲ³ْŁِŁ ِŁْŁَ ŁَŲ§ْŁŁ ُŲ³ْŁِŁ َŲ§ŲŖِ Ų§َŁŲ§َŲْŁŲ¢Ų”ُ Ł ِŁْŁُŁ ْ ŁَŲ§ْŁŲ§َŁ ْŁَŲ§ŲŖِ
Ų§ŁŁŁُŁ َّ Ų§َŲ¹ِŲ²َّ Ų§ْŁŲ§ِŲ³ْŁŲ§َŁ َ ŁَŲ§ْŁŁ ُŲ³ْŁِŁ ِŁْŁَ ŁَŲ£َŲ°ِŁَّ Ų§ŁŲ“ِّŲ±ْŁَ ŁَŲ§ْŁŁ ُŲ“ْŲ±ِŁِŁْŁَ ŁَŲ§ŁْŲµُŲ±ْ Ų¹ِŲØَŲ§ŲÆَŁَ Ų§ْŁŁ ُŁَŲِّŲÆِŁَّŲ©َ ŁَŲ§ŁْŲµُŲ±ْ Ł َŁْ ŁَŲµَŲ±َ Ų§ŁŲÆِّŁْŁَ ŁَŲ§Ų®ْŲ°ُŁْ Ł َŁْ Ų®َŲ°َŁَ Ų§ْŁŁ ُŲ³ْŁِŁ ِŁْŁَ Łَ ŲÆَŁ ِّŲ±ْ Ų§َŲ¹ْŲÆَŲ§Ų”َŲ§ŁŲÆِّŁْŁِ ŁَŲ§Ų¹ْŁِ ŁَŁِŁ َŲ§ŲŖِŁَ Ų§ِŁَŁ ŁَŁْŁ َ Ų§ŁŲÆِّŁْŁِ. Ų§ŁŁŁُŁ َّ Ų§ŲÆْŁَŲ¹ْ Ų¹َŁَّŲ§ Ų§ْŁŲØَŁŲ§َŲ”َ ŁَŲ§ْŁŁَŲØَŲ§Ų”َ ŁَŲ§ŁŲ²َّŁŲ§َŲ²ِŁَ ŁَŲ§ْŁŁ ِŲَŁَ ŁَŲ³ُŁْŲ”َ Ų§ْŁŁِŲŖْŁَŲ©ِ ŁَŲ§ْŁŁ ِŲَŁَ Ł َŲ§ ŲøَŁَŲ±َ Ł ِŁْŁَŲ§ ŁَŁ َŲ§ ŲØَŲ·َŁَ Ų¹َŁْ ŲØَŁَŲÆِŁَŲ§ Ų§ِŁْŲÆُŁŁِŁْŲ³ِŁَّŲ§ Ų®Ų¢ŲµَّŲ©ً ŁَŲ³َŲ§Ų¦ِŲ±ِ Ų§ْŁŲØُŁْŲÆَŲ§Łِ Ų§ْŁŁ ُŲ³ْŁِŁ ِŁْŁَ عآ٠َّŲ©ً ŁَŲ§ Ų±َŲØَّ Ų§ْŁŲ¹َŲ§ŁَŁ ِŁْŁَ. Ų±َŲØَّŁَŲ§ Ų¢ŲŖِŁŲ§َ ŁِŁ Ų§ŁŲÆُّŁْŁَŲ§ ŲَŲ³َŁَŲ©ً ŁَŁِŁ Ų§ْŁŲ¢Ų®ِŲ±َŲ©ِ ŲَŲ³َŁَŲ©ً ŁَŁِŁَŲ§ Ų¹َŲ°َŲ§ŲØَ Ų§ŁŁَّŲ§Ų±ِ. Ų±َŲØَّŁَŲ§ ŲøَŁَŁ ْŁَŲ§ Ų§َŁْŁُŲ³َŁَŲ§ŁَŲ§ِŁْ ŁَŁ ْ ŲŖَŲŗْŁِŲ±ْ ŁَŁَŲ§ ŁَŲŖَŲ±ْŲَŁ ْŁَŲ§ ŁَŁَŁُŁْŁَŁَّ Ł ِŁَ Ų§ْŁŲ®َŲ§Ų³ِŲ±ِŁْŁَ. Ų¹ِŲØَŲ§ŲÆَŲ§ŁŁŁِ ! Ų§ِŁَّ Ų§ŁŁŁَ ŁَŲ£ْŁ ُŲ±ُŁَŲ§ ŲØِŲ§ْŁŲ¹َŲÆْŁِ ŁَŲ§ْŁŲ§ِŲْŲ³َŲ§Łِ ŁَŲ„ِŁْŲŖŲ¢Ų”ِ Ų°ِŁ Ų§ْŁŁُŲ±ْŲØŁَ ŁَŁَŁْŁَŁ Ų¹َŁِ Ų§ْŁŁَŲْŲ“Ų¢Ų”ِ ŁَŲ§ْŁŁ ُŁْŁَŲ±ِ ŁَŲ§ْŁŲØَŲŗْŁ ŁَŲ¹ِŲøُŁُŁ ْ ŁَŲ¹َŁَّŁُŁ ْ ŲŖَŲ°َŁَّŲ±ُŁْŁَ ŁَŲ§Ų°ْŁُŲ±ُŁŲ§Ų§ŁŁŁَ Ų§ْŁŲ¹َŲøِŁْŁ َ ŁَŲ°ْŁُŲ±ْŁُŁ ْ ŁَŲ§Ų“ْŁُŲ±ُŁْŁُ Ų¹َŁŁَ ŁِŲ¹َŁ ِŁِ ŁَŲ²ِŲÆْŁُŁ ْ ŁَŁَŲ°ِŁْŲ±ُ Ų§ŁŁŁِ Ų§َŁْŲØَŲ±ْ


Post a Comment